Partai Kunci Pilwali Kota Mojokerto 2018 ,Gerendra ,Kini Usung :Gus Joened -Mas Harun Cawali – Cawawali

admin
Img 20240526 Wa0237

MOJOKERTO.SuaraJokotingkir.com, Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sejumlah partai politik (partai / parpol) menggeliat. Jika pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Kota Mojokerto atau Pilwali lima tahun lalu (2018) Partai Gerindra yang menjadi salah satu motor utama dan penentu kunci mengusung hingga terpilih Walikota dan Wakil Wakikota Mojokerto (2018 – 2023) Ika Puspitasari dan Achmad Rizal Zakaria (kemudian wafat namun posisi Wakil Walikota tidak diisi penggantinya, red.) namun Gerindra tidak mendapatkan proporsi yang memadai dalam perjalanannya.

Kini, menuju Pilkada Kota Mojokerto 27 November 2024, Mohammad Harun (Mas Harun) ketua DPC Partai Gerindra Kota Mojokerto dimajukan sebagai Calon Wakil Walikota (Cawawali) bersama H. Junaedi Malik (Gus Joened) sebagai Calon Walikota / Cawali (JUHA) mengantongi dukungan dari PKB (4 kursi), Gerindra (2 kursi) dan PPP (1 kursi) yang telah melebihi minimal lima (5) kursi untuk bisa mengusung Cawali – Cawawali sebagai gebrakan kunci menuju penentu perubahan Kota Mojokerto 2024 – 2029 untuk lebih baik.

Dengan disepakati Perjanjian Kontrak Politik MoU untuk bersama-sama membangun Kota Mojokerto yang lebih baik untuk lima tahun ke depan.

Pasangan Calon (Paslon) JUHA sebagai kandidat penentu kunci untuk mendongkel incumbent yang juga bakal maju dalam Pilkada 2024 nanti, Ika Puspitasari. Deklarasi dukungan terhadap Paslon JUHA telah dilakukan tiga parpol pendukung (PKB, Gerindra, PPP) di Klasik World Cafe, Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto, Sabtu 25 Mei 2024.

“(Setelah) terus menjalin komunikasi politik dengan pengurus parpol, sehingga (disepakati) koalisi tiga parpol ini, sebagai bentuk ikhtiar bersama menyambut Pilwali Kota Mojokerto 2024,” ungkap Gus Joened Cawali yang Ketua DPC PKB Kota Mojokerto dan juga menjabat Wakil Ketua DPRD kota Mojokerto seraya menyampaikan paslon yang diusung tiga parpol tersebut sebagai kader terbaik dari masing – masing parpol. Diharapkannya pula setelah ini, masing-masing parpol bisa memantapkan kepada level DPP parpolnya untuk mendapatkan rekomendasi Paslon JUHA.

Gus Joened pun menyebut deklarasi koalisi sebagai upaya menjemput rekomendasi dari DPP masing-masing parpol. “(Dalam) mekanisme di internal parpol tidak ada halangan bagi kita untuk mendapatkan rekomendasi. Dari elit politik tingkat provinsi maupun pusat sudah ketemu dan telah terjadi pembicaraan yang membahas Pilwali Kota Mojokerto 2024,” tambah Gus Joened.

Pada kesempatan itu, Mohammad Harun (Mas Harun) Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mojokerto menyatakan siap (menjadi Cawawali) disandingkan dengan Junaedi Malik sebagai Calon Walikota Mojokerto. Diantaranya karena telah dari lama terbangun komunikasi bersama, apalagi sama-sama menjadi anggota legislatif hingga saat ini. Bahkan Harun menyebut sejak periode pertama (2014 – 2019) telah terjalin kebersamaan. “(Kita) sering ke masjid bareng, Insyaallah sudah klik, jadi saya siap apabila berduet dengan Gus Joened di Pilwali kota Mojokerto 2024 (27 November 2024),” tegas Mas Harun.

Lebih-lebih dengan trend positif yang diraih Gerindra secara nasional (diantaranya menjadi pemenang Pilpres 2024, red.) menginginkan kader sendiri untuk maju dalam kontestasi Pilkada di setiap daerah. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian vital alasan DPC Partai Gerindra Kota Mojokerto tidak membuka penjaringan Cawali – Cawawali Kota Mojokerto. “DPC Partai Gerindra sepakat jika kader Gerindra harus mengikuti kontestasi politik Pilkada, dan di (Pilwali) Kota Mojokerto ini saya diberi amanah,” ungkapnya.

“Saya siap lahir batin berjuang amar makruf nahi munkar dan bermanfaat untuk Kota Mojokerto,” tegas Harun percaya diri duet dengan Gus Joened yang sama-sama pimpinan parpol di Kota Mojokerto, berjuang bersama untuk meraih kemenangan.

Sebagai catatan, pada saat Pilwali Mojokerto lima tahun lalu (tahun 2018), DPC Partai Gerindra Kota Mojokerto berhasil memenangkan kontestasi dengan mengusung Ika Puspitasari – Ahmad Rizal Zakaria. Berkompetisi dengan tiga paslon yang lain, yaitu Akmal Budianto – Rambo Garudo (PDIP), lalu Warsito – Moeljadi (PAN dan PKS), serta Andy Soebjakto Malanggato – Ade Ria Suryani (Demokrat, PPP, PKB).

Dengan perolehan suara pada Pilkada Mojokerto tahun 2018 adalah: 1). Ika – Rizal 23.644 suara (32,85%); 2). Akmal – Rambo 19.853 suara (27,58%); 3). Andy – Ade 19.477 suara (27,06%); dan Warsito – Moeljadi 9.012 suara (12,52%). Dengan jumlah Suara Sah sebanyak: 71.986. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Siswahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *